Monday, 2 January 2012

Tips Belajar Matematika

Setiap orang memiliki cara yang unik dalam belajar yang mungkin saja antara yang satu dengan yang lainnya saling berbeda. Oleh sebab tidaklah benar andai dikatakan bahwa model belajar yang satu lebih unggul dibanding model belajar yang lain. Semua tergantung dengan kebiasaan dan potensi masing-masing. Seseorang memang selalu memiliki kecenderungan terhadap model atau cara belajar tertentu. Apakah itu visual, auditorial ataupun kinestetik.
Dalam tulisan ini saya akan memberikan beberapa tips yang bisa Anda ikuti ketika belajar matematika. Beberapa tips mungkin saja cocok dengan Anda, tetapi mungkin juga beberapa tips yang lainnya kurang cocok. Tidak ada yang salah dengan hal itu! Yang perlu diperhatikan adalah Anda tahu potensi dan posisi atau cara dan model belajar yang cocok dan Anda rasakan berguna unntuk mendapatkan hasil belajar yang optimal.

Belajar Matematika tidak Seperti Menonton Olah Raga

Anda tidak bisa belajar matematika cukup dengan hanya datang ke kelas, melihat guru menerangkan lalu mengerjakan soal. Tetapi lebih dari itu, Anda harus terlibat aktif di dalam setiap proses pembelajaran. Selain datang dan hadir di ruangan kelas ketika pembelajaran berlangsung, Anda juga harus selalu memperhatikan apa yang sedang dijelaskan, membuat catatan setiap materi dengan baik dan tersusun rapih, mengerjakan beberapa pekerjaan rumah meskipun tidak diwajibkan oleh guru. Anda juga perlu belajar dalam jadwal yang teratur, tidak hanya belajar ketika akan diadakan tes. Seperti itulah proses belajar yangn harus Anda lalui.
Pada kenyataannya seringkali kebanyakan siswa sekolah bahkan seorang mahasiswa sekalipun, belajar lebih keras hanya ketika mereka akan menghadapi tes matematika. Sementara di lain waktu dia tidak pernah mengulangi pelajaran yang diterimanya di kelas. Belajar demikian tentunya tidak akan berhasil optimal.

Memahami Prinsip Dasar itu Penting

Walaupun ada saatnya Anda perlu menghapal beberapa bagian ketika belajar matematika, tetapi matematika bukanlah pelajaran hapalan. Sehingga untuk menguasai beberapa konsep matematika, menghapal rumus itu tidaklah cukup. Tentu berbeda halnya ketika Anda akan menghadapi tes pelajaran sejarah. Cukup menghapal nama, kejadian atau peristiwa sejarah atau waktu berupa sekumpulan tanggal, bulan dan tahun, sepertinya Anda bisa melewati tes itu dengan baik.
Selain menghapal beberapa rumus, Anda juga perlu mengetahui beberapa hal yang berkaitan dengan rumus itu, termasuk darimana rumus itu ditemukan (penurunannya), atau batasan-batasan apa saja yang harus dipenuhi agar rumus itu bisa digunakan dengan tepat.
Beberapa rumus seringkali bersifat umum, sehingga diperlukan identifikasi dan analisa jika ingin menggunakan rumus tersebut untuk menyelesaikan sebuah persoalan terkait. Jika Anda tidak memahami bagaimana rumus itu bekerja dan prinsip-prinsip yang ada dibalik rumus itu, bukan tidak mungkin menggunakan rumus justru menjadi terasa lebih sulit. Anda harus mengingat dan memperhatikan itu, atau malah Anda hanya akan mendapatkan jawaban yang keliru.

Matematika itu Ilmu Terstruktur

Matematika adalah ilmu terstruktur dan bertingkat. Hampir semua materi matematika yang akan Anda pelajari itu saling berkaitan. Untuk bisa memahami beberapa konsep lebih tinggi diperlukan pemahaman terhadap konsep di bawahnya. Sehingga agar tidak bermasalah dengan beberapa konsep di level yang lebih tinggi, konsep-konsep di level sebelumnya itu harus dikuasai dan tidak boleh dilupakan.
Ketiga hal di atas adalah hal utama yang harus Anda perhatikan ketika belajar matematika. Tips di atas tentunya tidak hanya berlaku bagi siswa sekolah, tapi berlaku bagi siapa saja yang ingin belajar matematika di luar sekolah (Homeschooling).

http://www.matematikamenyenangkan.com/tips-belajar-matematika/ by Facebook Comment

The Muslim Women's Personal As Desired Islam

We really need to discuss this matter for several reasons. Among those reasons is what we witnessed in the lives of Muslim women in this age. Life with all forms of 'weirdness'. In some things so serious, but in other things that are very less and is far from religious values.

For example, we can see a Muslim woman who shalehah, carry symbols-symbols of Islam. However, ignoring the health and oral hygiene and himself. Not concerned with the health and aroma that comes out of the mouth or body. Or vice versa, so great attention to health and hygiene herself but neglect worship and symbols-symbols of the implementation of other Islam. For example, we find there is a Muslim devoted to worship but do not have the right view of Islam as a whole, 'how to address the nature of Islam,
and human life. '

There is a good spirit of Islamic learning. Enthusiastically attended assemblies science, but did not keep her spoken of ghibah (wag) and namimah (pitting).

There is a personal relationship with Allah SWT good, but do not maintain good relations with neighbors and friends.

There is the relationship with friends and good neighbors but did not perform well the rights of parents. Less-if not-they did not in filial to his parents.

There was a dutiful toward his parents but did not fulfill the rights of her husband. Shown with beautifully dressed when attending meetings with the ladies but never improve her appearance in front of her husband.

There was a dutiful to her husband but does not help her husband to devote to his parents. Or do not support her husband to do good, righteous and pious charity.

There was a dutiful to her husband but less attention to coaching and children's personality formation. Less memperatikan kejiwaaan development and their sense.
Less attention to the surrounding environment which gives effect to the sons and daughters.

Some are concerned that all therapies are less relationship to his brothers.

There is a friendship of good family, but its relationship with the surrounding environment is not good.
Busy with his personal affairs. No matter the problems of the Muslims and Muslimat.

There is attention to personal matters and Muslims, but less attention to the development of knowledge. Do not add to his knowledge by studying and keep reading.

Some are busy with learning but neglects domestic affairs, the son of his daughter and her husband.

If we feel wonder of it all, our astonishment will increase when we learn that it all came from the Muslim woman who has a pretty good level of awareness of this religion. From the Muslim woman who grew up in an Islamic environment and have sufficient knowledge of religion is not small! This is sometimes due to not caring or not thinking about the whole view which has been taught by Islam. Comprehensive view of human life, and natural surroundings.
The view that encourages a person to see things in balance. Not prioritize one aspect at the expense of other aspects.

People who pay close attention to the Quranic verses and hadiths will discover so many arguments that explain the behavior that should be owned by a Muslim woman in a relationship with his Lord, his personal formation and its relationship with other people. Order of life which regulates everything from big to small. All of these texts will provide signposts that lead to a purposeful and balanced life. The life that guarantees happiness, success and luck in the world and a very large in the hereafter.

All this that has been outlined by Islam in the Qur'an and Sunnah will deliver a Muslim woman get a genuine personality. Personality that is consistent with the nature. So that gave birth to a Muslim woman is superior, noble and excellent in feeling, thinking, behavior and relationships.

Achieving this level is essential for the life of mankind in general because women have a huge influence to the lives of future generations, scoring the fighters, instill values, decorate life with love, affection and beauty as well as meet the household with a sense of security, calm
, calm and peaceful.

Muslim woman is the only woman who could illuminate the world of the modern woman who has been saturated with the philosophy of materialism and ignorance lifestyle that dominates life today. It's by introducing himself, exposes himself to the pure sources permikiran to then re-arrange the original personality is a personality that has been established by the Qur'an and As Sunnah.

I hope God gives taufiq Subhaanahu Wata'aala on us all to committed and in which religion has brought His Messenger sallallaahu 'alaihi wa sallam.


http://ruangmuslimah.wordpress.com/2007/02/12/pribadi-wanita-muslimah-sebagaimana-yang-dikehendaki-islam/  by Facebook Comment

Sunday, 1 January 2012

MENGATASI ANAK HIPERAKTIF

Bunda Rama merasa kewalahan menghadapi putra semata wayangnya yang berusia 5 tahun. Hampir setiap hari ada saja laporan dari guru di sekolah atau tetangganya tentang kenakalan-kenalan Rama. Menurut psikolog yang didatangi oleh bunda Rama, ternyata Rama tergolong anak yang hiperaktif. Dan bagi sebagian besar ibu, memiliki anak hiperaktif adalah ketakutan yang sangat besar.
Ada tiga gejala yang mengindikasikan seorang anak memiliki gangguan hiperaktif:

  1. Inatensi, yakni rendahnya pemusatan perhatian atau konsentrasi pada anak. Anak-anak degan gangguan hiperaktif tidak atau hanya memiliki kemampuan berkonsentrasi yang sangat rendah. Perhatiannya begitu mudah teralihkan dari satu hal ke hal yang lainnya.
  2. Hiperaktif, yakni anak tidak bisa diam. Ia banyak melakukan gerakan-gerakan dan begitu sulit untuk dibuat duduk diam dan tenang. Ia senang berlari-lari, membuat suara-suara berisik, berjalan kesana kemari, dsb. Karena itu, seringkali anak hiperaktif pulang dengan membawa banyak luka akibat ulahnya sendiri.
  3. Impulsif, yakni lemahnya menunda respon. Perilaku impulsive ini ditandai dengan ketidakmampuan anak mengendalikan sesuatu. Ia biasa melakukan segala sesuatunya tanpa pertimbangan dan sering kali ditunjukkan dengan ketidaksabaran.


Nah, ketika anak mengalami gangguan hiperaktif ini, para ibu biasanya menjadi gugup dan kebingungan. Sering kali mencoba menutup diri dan tidak mau mengakui apa yang dialami anaknya. Padahal, sebetulnya, tidak perlu gugup atau kuatir yang terlalu tinggi.
Menerima dengan ikhlas. Segala sesuatunya telah ditentukan oleh Yang Maha memberikan anak, yaitu Allah. Jika Allah menguji kita dengan hadirnya anak dengan gangguan hiperaktif, itu tandanya Allah Tahu bahwa kita mampu dan dapat mengatasi serta mendidik anak dengan sebaik-baiknya.
Anak hiperaktif cenderung memiliki kecerdasan yang luar biasa. Ini yang sering kali dilupakan bahkan tidak diperhatikan. Para ibu cenderung bergulat dan berkutat pada kesedihan dan kekecewaan terhadap putranya. Tapi tidak mau melihat, bahwa anak-anak dengan gangguan hiperaktif ternyata memiliki kecerdasan yang luar biasa. Tugas ibulah yang mencari dan menggali kecerdasan ini.
Ajarkan kedisiplinan. Anak-anak hiperaktif cenderung tidak disiplin. Mereka tidak mau tenang, dan cenderung membangkang. Tidak patuh pada aturan. Nah, jika demikian, maka Anda harus membuat sebuah “kontrak” perjanjian dengannya untuk berlatih disiplin.
Tidak menghukumnya secara berlebihan. Bukan salah anak Anda jika ia hiperaktif. So, jangan menghukumnya karena gangguan hiperaktif ini. Melatihnya berdisiplin, oke. Tapi, dengan cara yang baik dan benar.
Lebih banyak bersabar. Ini adalah tuntutan utama bagi para orangtua. Tanpa kesabaran, maka Anda tidak akan dapat menangani anak Anda dengan baik.
Menjaga komunikasi dan biarkan ia merasakan kasih sayang Anda. Ketika anak melihat dan merasakan perhatian yang diberikan orangtuanya, dan memang, perlu diakui, bahwa menjalin komunikasi dengan anak-anak hiperaktif ini harus senantiasa. Ibaratnya, harus setiap menit kita mengajaknya berkomunikasi. Dan bukannya memanjakan, perhatian terhadap anak-anak hiperaktif memang harus lebih banyak dibandingkan saudara-saudaranya yang normal.

by Facebook Comment

Saturday, 31 December 2011

Tips Menghadapi SNMPTN

Tips Menghadapi SNMPTN Ketika kamu melakukan ujian, kamu sedang mendemonstrasikan kemampuanmu dalam memahami materi pelajaran, atau dalam melakukan tugas-tugas tertentu. Ujian memberikan dasar evaluasi dan penilaian terhadap perkembangan belajarmu. Ada beberapa kondisi lingkungan, termasuk sikap dan kondisimu sendiri, yang mempengaruhimu dalam melakukan ujian.
Berikut tips untuk membantumu dalam mengerjakan ujian SNMPTN 2012 :
1) Datanglah dengan persiapan yang matang dan lebih awal.
Bawalah semua alat tulis yang kamu butuhkan, seperti : pensil, pulpen, jam (tangan), penghapus karet, penggaris, dan lain-lainnya. Perlengkapan ini akan membantumu untuk tetap konsentrasi selama mengerjakan ujian.

2) Tenang dan percaya diri.

Ingatkan dirimu bahwa kamu sudah siap sedia dan akan mengerjakan ujian dengan baik.
3) Bersantailah tapi waspada.
Pilihlah kursi atau tempat yang nyaman untuk mengerjakan ujian. Pastikan Kamu mendapatkan tempat yang cukup untuk mengerjakannya. Pertahankan posisi duduk tegak.
http://snmptn.wordpress.com/2011/12/19/tips-menghadapi-snmptn/


by Facebook Comment

Friday, 30 December 2011

Nuh Pastikan Nilai UN Jadi Syarat Masuk PTN

Indra Akuntono | Inggried Dwi Wedhaswary | Jumat, 30 Desember 2011 | 15:20 WIB
 
JAKARTA, KOMPAS.com — Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh memastikan bahwa nilai ujian nasional (UN) akan menjadi salah satu syarat untuk masuk perguruan tinggi negeri (PTN). Ia menjelaskan, ide menjadikan nilai UN sebagai prasyarat masuk PTN terinspirasi dari digunakannya nilai UN pada jenjang sebelumnya (SD dan SMP) sebagai prasyarat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

"Nilai UN SD dipakai untuk melanjutkan SMP, UN SMP untuk ke SMA, mengapa SMA tidak? Idenya kan itu," kata Nuh kepada Kompas.com di Gedung Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Gedung Kemdikbud), Jakarta, Jumat (30/12/2011).
 
Menurut Nuh, yang harus diutamakan adalah peningkatan kredibilitas UN itu sendiri sehingga dapat menjadi bagian dari upaya menyatukan sistem.

"Memang perlu waktu untuk mengintegrasikannya. Tapi saya pastikan ini berlaku mulai tahun 2012," ujar Nuh.

Sebelumnya, anggota Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP), Djemari Mardapi, mengatakan bahwa Kemdikbud berencana menjadikan nilai UN tingkat SMA pada 2012 sebagai salah satu kriteria masuk PTN jika kredibel. Hal itu sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005.

"Kredibilitas pelaksanaan UN nanti akan diukur melalui beberapa indikator, mulai dari laporan dari pengawas, guru, dan perguruan tinggi yang ditunjuk hingga perbandingan hasil UN antardaerah. Kami akan membentuk tim evaluasi untuk melihat kredibilitas pelaksanaan UN di masing-masing daerah," kata Djemari.

Sementara itu, Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta Sudjarwadi mengatakan, pihaknya menolak penggunaan nilai UN SMA pada tahun 2012 untuk dijadikan syarat penerimaan mahasiswa baru PTN. Menurut dia, nilai UN tidak serta-merta bisa dijadikan tes masuk PTN karena tujuan pelaksanaan UN dan tes masuk PTN berbeda satu sama lain.

"Alasan itu pula yang melatarbelakangi UGM untuk tidak menerapkan nilai UN sebagai syarat penerimaan mahasiswa baru tahun depan," katanya.
    
Sudjarwadi mengatakan, UN diselenggarakan untuk mengukur hasil pembelajaran peserta didik selama tiga tahun. Sementara itu, tes masuk PTN diadakan untuk menjaring mahasiswa baru yang cocok dengan perguruan tinggi tersebut, dengan menggunakan tes multiobyektif yang saling menyatu.

"Berdasarkan pandangan akademik, nilai UN tidak bisa menjadi tes masuk PTN karena selain tujuan penyelenggaraannya berbeda, tes masuk perguruan tinggi menggunakan soal yang multiobyektif," katanya. by Facebook Comment

Beasiswa Bidik Misi Akan Dinaikkan

Senin, 13 Juni 2011 18:08 wib
 
 
 
 
 
 
JAKARTA - Selain meningkatkan kuota penerima beasiswa Bidik Misi, Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) juga akan menaikkan besaran beasiswa yang diterima tiap siswa.

Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) Kemendiknas Djoko Santoso menjelaskan, besaran beasiswa bagi siswa miskin berprestasi juga akan ditambah, namun Djoko belum mau mengungkapkannya. Alasannya masih dalam pembahasan.

Djoko memaparkan, pada 2010 beasiswa yang diberikan per anak mencapai Rp10 juta sedangkan 2011 naik menjadi Rp12,5 juta. Kenaikan itu, terangnya, disesuaikan dengan inflasi dan kenaikan harga kebutuhan bahan pokok.

Djoko menjelaskan, jika besaran itu masih kurang untuk menutupi biaya pendidikan mahasiswa bersangkutan, maka pengelola perguruan tinggi wajib menutupinya. Kemendiknas, tegasnya, melarang keras apabila rektorat membebani kekurangan tersebut kepada mahasiswa. Pasalnya, di UU Sisdiknas No 20/2003 pasal 12 menyebutkan bahwa setiap peserta didik pada setiap satuan pendidikan berhak mendapatkan beasiswa bagi yang berprestasi yang orang tuanya tidak mampu membiayai pendidikannya.

Selanjutnya di PP No 48/2008 tentang Pendanaan Pendidikan Pasal 27 menyebutkan bahwa pemerintah dan pemerintah daerah sesuai kewenangannya memberi bantuan biaya pendidikan atau beasiswa kepada peserta didik yang orang tua atau walinya serta kepada siswa yang berprestasi yang tidak mampu membiayai pendidikannya.

Jumlah perguruan tinggi negeri yang sedianya menerima beasiswa tersebut mencapai 88 unit. Djoko menjelaskan, memang ada penambahan jumlah perguruan negeri karena Kemendiknas beberapa waktu lalu mengubah status lima perguruan tinggi swasta menjadi negeri, salah satunya Universitas Musamus di Papua. Tahun ini Kemendiknas kembali akan menegerikan beberapa perguruan swasta di antaranya satu universitas dan satu politeknik di Riau, Sulawesi Selatan, dan Kalimantan Timur.

Anggota Komisi X DPR Itet Tridjajati Sumarijanto mengakui adanya kenaikan pagu indikatif 2012 untuk beasiswa miskin. “Bahkan anggarannya naik tinggi,” ungkapnya.

Namun kenaikan anggaran ini harus dibarengi dengan mekanismenya yang sesuai aturan sehingga tepat sasaran. Selain itu, banyak pengaduan data kuota 20 persen mahasiswa miskin apakah sesuai dengan kualifikasi atau tidak. “Karena jumlahnya banyak, apakah akan terserap dengan baik atau tidak,” tukas politikus dari Fraksi Partai Demokrat ini.

(Neneng Zubaidah/Koran SI/rfa)
by Facebook Comment

Bidik Misi 2012 Ditambah

Senin, 13 Juni 2011 18:03 wib
JAKARTA – Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) akan menambah kuota beasiswa bagi siswa miskin berprestasi atau Bidik Misi hingga 30 ribu kursi pada 2012 nanti.

Berdasarkan data Kemendiknas, pagu indikatif pada anggaran Kemendiknas 2012 nanti untuk Ditjen Pendidikan Tinggi (Dikti) mencapai lebih dari Rp23 triliun. Pemanfaatannya untuk tunjangan profesi bagi 31.256 dosen dan tunjangan kehormatan guru besar bagi 4.793 guru besar, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari 88 perguruan tinggi negeri, beasiswa Peningkatan Prestasi Akademik dan Bantuan Belajar Mahasiswa (PPA-BBM) bagi 128.156 mahasiswa dan Beasiswa Bidik Misi bagi 70 ribu mahasiswa miskin berprestasi.

"> Dirjen Dikti Djoko Santoso mengakui penambahan tersebut. Katanya, pada 2012 nanti yang akan menerima beasiswa ditambah 10 ribu kursi menjadi 30 ribu kursi. Pada 2010 dan 2011, ada 20 ribu kursi yang ditawarkan melalui Bidik Misi. "Sehingga, total yang menerima beasiswa selama tiga tahun mencapai 70 ribu anak," katanya kemarin.



Menurut Djoko, kenaikan ini disebabkan jumlah mahasiswa diperkirakan meningkat. “Kemendiknas juga ingin meningkatkan Angka Partisipasi Kasar (APK) perguruan tinggi,” tambahnya.

Berdasarkan data Pusat Statistik Pendidikan (PSP) Balitbang Kemendiknas 2009-2010, APK Perguruan Tinggi mencapai 26,3 persen. Dari 9,11 juta siswa SMA/MA/SMK ada 51,7 persen yang tidak melanjutkan ke pendidikan yang lebih tinggi, sedangkan 4,27 persen lainnya drop out.
(Neneng Zubaidah/Koran SI/rfa)
by Facebook Comment